Minggu, 23 Mei 2010

BERI AKU MA'AF

Berbagai cara sudah aku lakukan untuk meredakan hati Tya,namun belum juga membuahkan hasil.Tya masih aja tetap marah dan tak mau bicara.Aku heran setengah mati,kenapa Tya bersikap seperti itu.Aku tak menyangka sama sekali apa yang kulakukan sudah membuat sahabatku marah,padahal Aku sudah mengakui kesalahanku tapi dia masih saja belum mau mema'afkan Aku.Dalam fikiranku itu hanyalah masalah kecil,kenapa dia belum bisa menerima ma'af dariku.

Bagaikan perang Aku kalah,perasaanku sangat sedih tiap kali permintaan ma'afku selalu ditolak."Suatu saat jika sudah lenyap dari benakku,kesalahan yang kamu perbuat padaku, Aku baru bisa mema'afkanmu".Aku masih ingat jelas kata-kata itu,yang pernah diucapkannya saat aku minta ma'af yang ketiga kalinya.
“Udahlah....gak usah kamu pikirkan dia,paling bentar lagi juga baikan.”tegas Putri.
“Tapi kali ini dia beneran marah Put..”jelasku.
“Memangnya masalah apa sih..sampai-sampai dia belum bisa memaafkanmu?"tanya Putri.
“Aku kira sih masalahnya sepele Put..,waktu itu aku ditelfon dia supaya jemput dia diterminal.Setelah tiba disana,Aku tidak menemukan Tya,dicari-cari gak ada.Lalu, Aku bertemu sama temen waktu SMP dulu,namanya Riska.Aku ngobrol banyak sama dia dan dia minta tolong sama Aku untuk nganter pulang kerumahnya.Aku nggak enak kalau menolaknya karna kita sudah lama tidak bertemu.Akhirnya Aku antar dia pulang dia dech.”jawabku.
“Terus kamu ninggalin Tya..!! tanya Putri lagi.
“ya..dengan terpaksa,udah dech..sekarang Aku harus gimana??tanyaku.
“Yaa..jangan putus asa aja minta maaf sama Tya.”saran Putri.
“Makasih ya Put,..kalau gitu Aku pulang dulu.”pamitku.
“iya...Hati-hati dijalan."nasihat Putri.
Setelah itu Aku pulang kerumah.Aku terus mengingat saran Putri kalau Aku tidak boleh putus asa minta maaf sana Tya,karna memang Aku yang salah.

OoOOoOoOOoO
Sepulang dari rumah Putri.Aku langsung masuk kekamar,tadinya sih mau istirahat tapi gak bisa,habis siang ini panas banget.tiba-tiba,ada yang mengetuk pintu rumah.Aku segera keluar membuka pintu.
Aku terkejut ketika yang datang adalah Tya.
“Lho Tya,tumben datang kerumah.ada apa??masuk yuks.”ajakku.
“Gak usah!! jangan pikir Aku datang kerumahmu ingin memaafkanmu.”sentak Tya.
“Kok gitu sih Tya..Aku kan benar-benar minta ma'af sama kamu,itu hanya hal sepele Tya.”jelasku.
“Sepele kamu bilang!!,Aku nungguin kau berjam-jam,ternyata kamu malah ninggalin aku.”sentak Tya lagi.
“Aku sudah nyari'in kamu Tya..tapi gak ketemu.”jelasku dengan sabar.
“Kenapa kamu gak menelfonku.”tanya Tya.
“Hapeku ketinggalan dirumah dan waktu itu aku dimintai tolong sama temenku SMP dulu untuk nganterin pulang,Aku tidak enak kalau menolaknya.”jelasku.
“Udah dech..gak usah banyak alasan.”seru Tya.
Tanpa pamitan Tya langsung pulang dari rumahku.Aku sangat kecewa sama Tya,sahabat yang selama ini penuh dengan candatawa kini hilang hanya dengan peristiwa itu.Tadinya Aku sempat berpikir kalau Tya ingin memaafkanku,Aku senang dengan kedatangannya kerumahku.Tapi,dugaanku salah.Dia datang hanya untuk marah-marah bukan untuk memaafkanku.Tiba-tiba hpku bergetar.
drrrrrt...drrrt ...drrrt..
“ Halloww...”sapaku lewat telfon.
“Hallo,ne aku...Putri,,.”jawabnya.
“Ooh..kamu Put,pas banget Aku mau curhat nee..”pintaku.
“curhat mau minta maaf lagi sama Tya..??tanya Putri.
“iya,, Tadi tya datang kerumahku.. dia marah-marah gitu..”jelasku.
“Keterlaluan banget sih Tya..masalah seperti itu aja sampai segitunya..kalau udah begini gak bisa dibiarin tuch anak..!! seru Putri.
“iya..Tapi ini kan memang salahku..”jelasku.
“Tapi apa salahnya sih tinggal memaafkan aja gak bisa.”jelas Putri.
“Ya udah kamu yang sabar aja..”nasihat Putri.
“iya..”jawabku.
“ Kalau gitu udah dulu ya..”pamit Putri dari percakaoan telfonnya.
“iya..sama-sama.Makasih udah mau dengerin curhatku."ucapku.
“Iya...bye-bye.”jawab Putri
“Bye..."
Setelah itu Aku tidur sejenak untuk melepaskan rasa kesalku.

# oOooOooOo#

Keesokan harinya,saat Aku berangkat sekolah dan setelah tiba disana, Aku melihat Putri dari kejauhan yang sedang berbicara dengan Tya.Aku tak tahu apa yang dibicarakannya, tapi terlihat serius sekali pembicaraan mereka berdua.
Aku menunggu mereka selesai berbicara.setelah beberapa menit menunggu,akhirnya selesai juga.Mereka lalu pergi dan Aku langsung menghampiri Putri,Aku juga menanyakan apa yang di bicarakan mereka barusan.
"Put..."panggiku dari kejauhan.
"eh..kamu" jawab Putri.
"Put, kalau boleh tau..tadi kamu bicara apa sih sama Tya kelihatannya serius amat."tanyaku penasaran.
"oOh tadi..Aku cuma nasihatin dia.."jelas Putri.
"Nasihatin apa??tanyaku lagi.
"Aku bilang ke dia..kalau kamu bener-bener mau minta maaf sama dia."jawab Putri.
"trus dia bilang apa aja??tanyaku.
" Dia sih mau pikir-pikir dulu katanya.Tapi kamu tenang aja,Aku yakin dia mau memaafkan kamu."tegas Putri.
"ya udah..makasih yaaa..." ucapku.
"Iya sama-sama,ini kan juga buat kebaikan kita bersama."jelas Putri.
"Iya..."(Aku tersenyum).
Bel masuk sekolahpun berbunyi..kami langsung masuk kekelas masing-masing.

ooooooOOOOoooooo

Siang kini berganti malam,gerimispun datang.Padahal rencananya ingin kerumah Tya ingin minta maaf. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah.Aku segera membukanya.Aku kaget ketika yang datang adalah Tya.

Hai..hai “sapa Tya.

Lho Tya kok ujan-ujan gini kerumahku sih..Masuk yukss..”ajakku.

Makasih,Aku kesini hanya ingin minta maaf,karna selama ini aku sudah menyianyiakan ma'afmu.”jelas Tya.

Nggak Tya,Aku yang minta ma'af udah membuat kamu marah”sahutku.

Bukan..Untung masalah ini tidak berlarut-larut,Putri udah menyadarkanku.Aku emang keras kepala,Seharusnya orang yang sudah benar-benar minta ma'af kan harus dimaafin.”jelasku.

Jadi,kamu udah maafin Aku ..?tanyaku.

Iya..kita masih bisa sahabatan kan...??tanya Tya.

Iya dunk.......”jawabku.

(Aku tersenyum mndengar semua itu).


Kami berdua tersenyum.Selang beberapa waktu kemudian Putri datang,Kami berdua mengucapkan terimakasih banyak sama Putri.Tak ada kebahagian bagiku yang melebihi peristiwa dimalam itu.


ooooooOOOOooooooOOOOooooooo

1 komentar: